Selasa, 15 Februari 2011

beberapa pilihan cara untuk hidup sehat





Gangguan kesehatan bisa muncul kapan saja, apalagi jika kita lengah terhadap gejala dan penyebabnya. Tanpa kita sadari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utamanya.
Meskipun ada penyebab lainnya yang tidak bisa dihindari seperti fakor genetik, pencemaran lingkungan.
Agar tetap sehat, ada banyak cara untuk mendapatkannya. Salah satunya, ikuti 7 jurus berikut ini dan dapatkan kualitas hidup yang lebih baik:

1. Udara bersih, paru-paru pun sehat
Untuk terhindar dari gangguan pernapasan, hiruplah udara yang bersih dan sehat. Caranya ? Tidak perlu repot mencari udara pegungungan, udara pagi pun sangat baik bagi paru-paru Anda. Selain itu hindari pula udara tercemar, seperti asap rokok, asap kendaraan atau debu. Bersihkan rumah dan ruangan kerja secara teratur, termasuk perabot, kipas angin dan AC.
2. Banyak minum air putih
Air putih adalah yang terbaik dari minuman apapun. Biasakanlah minum air putih 8-10 gelas per hari. Kebiasaan ini akan membantu menjaga kelancaran fungsi ginjal dan saluran kemih. Upayakan untuk minum air hangat di malam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang hari. Tambahkan juga sedikit perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Selain baik untuk menyegarkan diri, minuman ini sekaligus membantu mengeluarkan toksin dari dalam tubuh.
3. Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilihlah menu dengan gizi yang cukup, seimbang, dan bervariasi. Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah yang mengandung banyak serat dan zat gizi yang diperlukan tubuh serat. Sebisa mungkin hindari junk food dan makanan olahan, serta kurangi konsumsi garam dan gula. Satu lagi, jangan lupa sarapan pagi! Karena sarapan pagi dapat menunjang aktifitas kita sepanjang hari.
4. Seimbangkan antara kerja, olahraga dan istirahat
Kerja keras tanpa istirahat sama sekali tidak ada untungnya bagi Anda. Biasakan istirahat teratur 7-8 jam pada malam hari, dan jangan sering begadang atau tidur terlalu malam. Cobalah menggunakan waktu senggang untuk berolahraga ringan atau sekedar melemaskan otot-otot persendian.
Dengan berolahraga 2 - 3 kali per minggu, selama 30 - 45 menit, cukup membuat tubuh bugar dan stamina prima.

5. Kontrol kerja otak
Otak, seperti halnya tubuh kita, dia juga butuh istirahat. Jangan terlalu memberi beban terlalu banyak, karena otak pun memiliki memori yang terbatas. Lakukan kegiatan di waktu senggang yang membuat otak bekerja lebih santai, misalkan melakukan hobi yang menyenangkan, seperti melukis, membaca novel terbaru atau hanya sekedar mendengarkan musik.
6. Jalani hidup secara harmonis
Manusia merupakan mikrokosmos yang harus mematuhi alam sebagai makrokosmos jika ia ingin tetap sehat. Lakukan semua itu sebagai upaya pencegahan dengan selalu mengingat nasihat orang bijak untuk “membuat sumur sebelum timbul rasa haus”.
Gunakan akal sehat! Itu kuncinya, jangan mengorbankan hidup dengan menuruti kesenangan diri lewat kebiasaan hidup yang buruk dan beresiko. Misalkan, minum-minuman keras, merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang. Cobalah untuk menjalani hidup secara harmonis, sebisa mungkin perkecil resiko terjadinya stres emosional atau psikis.
7. Gunakan suplemen gizi
Hanya jika perlu! Tubuh kita memerlukan antioksidan (beta-karoten), vitamin C, vitamin E, dan selenium. Semua zat ini dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan vitalitas dan memperpanjang usia harapan hidup. Untuk memperolehnya banyak cara yang bisa dilakukan.
Selain mengkonsumsi makanan segar, bisa juga dengan cara mengkonsumsi suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran. Sebaiknya, penggunaan suplemen makanan lebih dianjurkan sebagai terapi alternatif saja dengan mengutamakan jenis suplemen makanan yang sudah diteliti dan bermanfaat.


Gangguan kesehatan bisa muncul kapan saja, apalagi jika kita lengah terhadap gejala dan penyebabnya. Tanpa kita sadari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utamanya.
Meskipun ada penyebab lainnya yang tidak bisa dihindari seperti fakor genetik, pencemaran lingkungan.
Agar tetap sehat, ada banyak cara untuk mendapatkannya. Salah satunya, ikuti 7 jurus berikut ini dan dapatkan kualitas hidup yang lebih baik:
1. Udara bersih, paru-paru pun sehat
Untuk terhindar dari gangguan pernapasan, hiruplah udara yang bersih dan sehat. Caranya ? Tidak perlu repot mencari udara pegungungan, udara pagi pun sangat baik bagi paru-paru Anda. Selain itu hindari pula udara tercemar, seperti asap rokok, asap kendaraan atau debu. Bersihkan rumah dan ruangan kerja secara teratur, termasuk perabot, kipas angin dan AC.
2. Banyak minum air putih
Air putih adalah yang terbaik dari minuman apapun. Biasakanlah minum air putih 8-10 gelas per hari. Kebiasaan ini akan membantu menjaga kelancaran fungsi ginjal dan saluran kemih. Upayakan untuk minum air hangat di malam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang hari. Tambahkan juga sedikit perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Selain baik untuk menyegarkan diri, minuman ini sekaligus membantu mengeluarkan toksin dari dalam tubuh.
3. Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilihlah menu dengan gizi yang cukup, seimbang, dan bervariasi. Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah yang mengandung banyak serat dan zat gizi yang diperlukan tubuh serat. Sebisa mungkin hindari junk food dan makanan olahan, serta kurangi konsumsi garam dan gula. Satu lagi, jangan lupa sarapan pagi! Karena sarapan pagi dapat menunjang aktifitas kita sepanjang hari.
4. Seimbangkan antara kerja, olahraga dan istirahat
Kerja keras tanpa istirahat sama sekali tidak ada untungnya bagi Anda. Biasakan istirahat teratur 7-8 jam pada malam hari, dan jangan sering begadang atau tidur terlalu malam. Cobalah menggunakan waktu senggang untuk berolahraga ringan atau sekedar melemaskan otot-otot persendian.
Dengan berolahraga 2 - 3 kali per minggu, selama 30 - 45 menit, cukup membuat tubuh bugar dan stamina prima.
5. Kontrol kerja otak
Otak, seperti halnya tubuh kita, dia juga butuh istirahat. Jangan terlalu memberi beban terlalu banyak, karena otak pun memiliki memori yang terbatas. Lakukan kegiatan di waktu senggang yang membuat otak bekerja lebih santai, misalkan melakukan hobi yang menyenangkan, seperti melukis, membaca novel terbaru atau hanya sekedar mendengarkan musik.
6. Jalani hidup secara harmonis
Manusia merupakan mikrokosmos yang harus mematuhi alam sebagai makrokosmos jika ia ingin tetap sehat. Lakukan semua itu sebagai upaya pencegahan dengan selalu mengingat nasihat orang bijak untuk “membuat sumur sebelum timbul rasa haus”.
Gunakan akal sehat! Itu kuncinya, jangan mengorbankan hidup dengan menuruti kesenangan diri lewat kebiasaan hidup yang buruk dan beresiko. Misalkan, minum-minuman keras, merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang. Cobalah untuk menjalani hidup secara harmonis, sebisa mungkin perkecil resiko terjadinya stres emosional atau psikis.
7. Gunakan suplemen gizi
Hanya jika perlu! Tubuh kita memerlukan antioksidan (beta-karoten), vitamin C, vitamin E, dan selenium. Semua zat ini dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan vitalitas dan memperpanjang usia harapan hidup. Untuk memperolehnya banyak cara yang bisa dilakukan.
Selain mengkonsumsi makanan segar, bisa juga dengan cara mengkonsumsi suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran. Sebaiknya, penggunaan suplemen makanan lebih dianjurkan sebagai terapi alternatif saja dengan mengutamakan jenis suplemen makanan yang sudah diteliti dan bermanfaat.

kurma salahsatu buah yg menyehatkan dan berkhasiat bagi tubuh kita.





 Memakan 7 buah kurma dapat menangkal racun dan sihir

          Dalam shahih al bukhari dan shaih muslim, diriwayatkan hadist sa'ad bin abi waqqash, dari nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda: "barang siapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir."
          Al-hafiz ibnu hajar al-asqalani rahimahullah menukilkan perkataan imam al-khathabi tentang keistimewaan kurma ajwah:"kurma ajwahbermanfaat untuk mencegah racun racun dan sihir dikarenakan do'a keberkahan rasulullah shalalallahu 'alaihi sallam tehadap kurma madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri.
          Hadist ini mempunyai banyak sekali kandungan, sebagaimana yang dituturkan oleh al-imam ibnul qayyim rahimahullah dalam kitabnya, ath-thibb an nabawi:"al-maf-uud adalah sakit yang menyerang liver(hati)nya. dan kurma memiliki khasiat yang menakjubkan untuk menyembuhkan penyakit ini(dengan izin Alloh), terutama sekali kurma madinah, khususnya jenis ajwah. (pembatasan pada) jumlah tujuh itu juga mengandung khasiat lain yang hanya diketahui rahasianya oleh Alloh.
          Kurma adalah jenis nutrisi yang baik, terutama bagi orang yang makanan sehari-harinya mengandung kurma seperti penduduk madinah. Begitu juga kurma adalah makanan yang baik bagi orang-orang yang tinggal didaerah panas dan agak hangat namun memiliki temperatur tubuh yang lebih dingin.
          Bagi penduduk madinah, tamr(kurma yang kering) merupakan makanan pokok sebagaimana gandum bagi bangsa-bangsa lain. Juga, kurma kering didaerah 'aliyah di madinah merupakan salah satu jenis kurma terbaik sebab kurmanya gurih, lezat dan manis. Kurma dapat termasuk jenis makanan, obat, buah-buahan, serta kurma cocok dikonsumsi oleh hampir seluruh jenis tubuh manusia. Dapat berguna untuk memperkuat jenis tubuh alami, tidak menimbulkan reduksi timbunan panas yang merusak didalam tubuh yang seperti ditimbulkan oleh berbagai jenis makanan dan buah-buahan. Bahkan bagi yang sudah terbiasa menyantapnya, kurma dapat mencegah pembusukan dan kerusakan makanan yang berefek negatif bagi tubuh.

apel dan kegunaannya bagi kesehatan

buah apel termasuk makanan yg penting guna kesehatan

Apel banyak memiliki kandungan vitaminmineral serta unsur lain seperti fitokimian,serattaninbaronasam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Untuk selanjutnya, akan dibahas tentang apa saja yang terkandung pada buah apel? Dan apa saja manfaat dari buah apel?

Kaya vitamin

Buah apel kaya akan kandungan vitamin. Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9vitamin C.

Kaya mineral

Buah apel mengandung banyak mineral. Mineral dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

Fitokimia

Buah apel juga mengandung fitokimia. Fitokimia merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar. Zat ini juga berfungsi untuk menekan jumlah kolesteroljahat (LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Kaya Serat

Apel kaya akan serat, sehingga baik untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat yang tinggi sehingga mencegah lapar datang lebih cepat.

Serat untuk mengurangi lemak dan kolesterol

Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.

Tanin

Buah apel juga memiliki kandungan tanin. Tanin adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Baron

Di dalam buah apel terdapat baron. Apakah baron itu? Baron berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalam tubuh seorang wanita.

Flavoid

Salah satu kandungan buah apel yang baik untuk menjegah penyakit adalah flavoid. Flavoid merupakan zat yang berfungsi menurunkan risiko kanker.

Asam D-glucaric

Apakah Asam D-glucaric itu? Asam D-glucaric merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Asam D-glucaric juga terdapat di dalam buah apel.

Quercetin

Quercetin merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Buah apel mengandung zat quercetin.

Asam tartar

Di dalam sebuah apel juga terdapat asam tartar. Asam tartar yang dapat menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.

Melihat banyaknya unsur kesehatan yang dapat dimanfaatkan, tentu kita dapat mencoba untuk mengkonsumsi satu buah apel setiap hari.

mengajar etika dalam pendidikan jasmani

Pengajaran Etika dalam pendidikan jasmani 

Kita telah menyadari bahwa pendidikan jasmani dan olahraga adalah 
laboratorium bagi pengalaman manusia, oleh sebab itu guru pendidikan jasmani 
harus mencoba mengajarkan  etika dan nilai dalam proses belajar mengajar, 
yang mengarah pada kesempatan untuk membentuk karakter anak. 
Karakter anak didik yang dimaksud tentunya tidak lepas dari karakter 
bangsa Indonesia serta kepribadian utuh  anak, selain harus dilakukan oleh 
setiap orangtua dalam keluarga, juga dapat diupayakan melainkan pendidikan 
nilai di sekolah. Saran yang bisa diangkat yaitu : 
1. Seluruh suasana dan iklim di sekolah sendirii sebagai lingkungan sosial 
terdekat yang setiap hari dihadapi, selain di keluarga dan masyarakat 
luas, perlu mencerminkan penghargaan nyata terhadap nilai-nilai Etika dan Masalah-masalah dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga  13
kemanusiaan yang mau diperkenalkan dan ditumbuhkembangkan 
penghayatannya dalam diri peserta didik. Misalnya, kalau sekolah ingin 
menanamkan nilai keadilan kepada para  peserta didik, tetapi di 
lingkungan sekolah itu mereka terang-terangan menyaksikan berbagai 
bentuk ketidakadilan, maka di sekolah itu tidak tercipta iklim dan suasana 
yang mendukung keberhasilan pendidikan nilai. (Seperti praktek jual-beli 
soal, mark up nilai, pemaksaan pembelian buku dsb)  
2. Tindakan nyata dan penghayatan hidup  dari para pendidik atau sikap 
keteladanan mereka dalam menghayati  nilai-nilai yang mereka ajarkan 
akan dapat secara instingtif mengimbas dan efektif berpengaruh pada 
peserta didik. Sebagai contoh, kalau guru sendiri memberi kesaksikan 
hidup sebagai pribadi yang selalu berdisiplin, maka kalau ia mengajarkan 
sikap dan nilai disiplin pada peserta didiknya, ia akan lebih disegani. 
3. Semua pendidik di sekolah, terutama para guru pendidikan jasmani perlu 
jeli melihat peluang-peluang yang ada, baik secara kurikuler maupun 
non/ekstra kurikuler, untuk menyadarkan pentingnya sikap dan perilaku 
positif dalam hidup bersama dengan orang lain,  baik dalam keluarga, 
sekolah, maupun dalam masyarakat. Misalnya sebelum pelajaran 
dimulai, guru menegaskan  bila anak tidak mengikuti pelajaran karena 
membolos, maka nilai pelajaran akan dikurangi. 
4. Secara kurikuler pendidikan nilai yang membentuk sikap dan perilaku 
positif juga bisa diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri, misalnya 
dengan pendidikan budi pekerti. Akan tetapi penulis tidak menyarankan 
untuk di lakukan. 
5. Melalui pembinaan rohani siswa, melalui kegiatan pramuka, olahraga, 
organisasi, pelayanan sosial, karya wisata, lomba, kelompok studi, teater, 
dll. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para pembina melihat peluang dan 
kemampuannya menjalin komunikasi antar pribadi yang cukup mendalam 
dengan peserta didik. Etika dan Masalah-masalah dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga

etika dan moral education



Bagaimana kita mengajarkan etika dan nilai moral 


Dalam mengajarkan etika dan nilai moral sebaiknya lebih bersifat contoh, 
pepatah mengatakan bahwa tindakan lebih baik baik dari kata-kata. Lutan 
mengatakan Nilai Moral itu beraneka macam, termasuk loyalitas, kebajikan, 
kehormatan, kebenaran, respek, keramahan, integritas, keadilan, kooperasi, 
tugas dll. Lebih lanjut dikatakan ada 4 nilai moral yang menjadi inti dan bersifat 
universal yaitu : 
1. Keadilan. 
Keadilan ada dalam beberapa bentuk ; distributif, prosedural, retributif dan 
kompensasi. Keadilan distributif berarti keadilan yang mencakup pembagian Etika dan Masalah-masalah dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga  8
keuntungan dan beban secara relatif.  Keadilan prosedural mencakup 
persepsi terhadap prosedur yang dinilai sportif atau fair dalam menentukan 
hasil.  Keadilan retributif mencakup persepsi yang fair sehubungan dengan 
hukuman yang dijatuhkan bagi pelanggar hukum.  Keadilan kompensasi
mencakup persepsi mengenai kebaikan atau keuntungan yang diperoleh 
penderita atau yang diderita pada waktu sebelumnya. 
Seorang wasit bila ragu memutuskan apakah pemain penyerang berada 
pada posisi off-side dalam sepakbola, ia minta pendapat penjaga garis. 
Semua pemain penyerang akan protes, meskipun akhirnya harus dapat 
menerima, jika misalnya wasit dalam kasus lainnya memberikan hukuman 
tendangan penalti akibat pemain  bertahana menyentuh bola dengan 
tanganya, atau sengaja  menangkap bola di daerah penalti. Tentu saja ia 
berusaha berbuat seadil mungkin. Bila ia kurang yakin, mungkin cukup 
dengan memberikan hukuman berupa tendangan bebas. 
2. Kejujuran. 
Kejujuran dan kebajikan selalu terkait dengan kesan terpercaya, dan 
terpercaya selalu terkait dengan kesan tidak berdusta, menipu atau 
memperdaya. Hal ini terwujud dalam tindak dan perkataan.  
Semua pihak percaya bahwa wasit dapat mempertaruhkan integritasnya 
dengan membuat keputusan yang fair. Ia terpercaya karena keputusannya 
mencerminkan kejujuran. 
3. Tanggung Jawab. 
Tanggung jawab merupakan nilai moral penting dalam kehidupan 
bermasyarakat. Tanggung jawab ini adalah pertanggungan perbuatan 
sendiri. Seorang atlet harus bertanggung jawab kepada timnya, pelatihnya 
dan kepada permainan itu sendiri. Tanggung jawab ini merupakan nilai moral 
terpenting dalam olahraga. 
4. Kedamaian Etika dan Masalah-masalah dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga  9
Kedamaian mengandung pengertian : a)tidak akan menganiaya, 
b)mencegah penganiayaan, c) menghilangkan penganiaan, dan d)berbuat 
baik. Bayangkan bila ada  pelatih yang mengintrusksikan untuk mencederai 
lawan agar tidak mampu bermain? 
Freeman dalam buku Physical Education and Sport in A cahanging 
Society menyarankan 5 area dasar dari etika yang harus diberikan yaitu : 1) 
Keadilan dan persamaan, 2) Respek terhadap diri sendiri. 3) Respek dan 
pertimbangan terhadap yang lain, 4) Menghormati peraturan dan kewenangan , 
5) Rasa terhadap perspektif atau nilai relatif. (Freeman,2001;210) 
1. Keadilan dan Persamaan 
Anak didik atau atlet adalah mengharapkan perlakuan yang adil dan sama. 
Anak didik ingin sebuah kesempatan untuk belajar yang sama. Seringkali 
anak didik yang di bawah rata-rata dalam olahraga diabaikan. 
2. Respek terhadap diri sendiri 
Pelajar atau atlet membutuhkan respek terhadap diri sendiri dan imej positif 
tentang dirinya untuk menjadi sukses. Pelatih dan pengajar yang melatih 
semua anak didiknya dengan sama mengambil langkah tepat dalam setiap 
arahnya agar anak didiknya merasa  dirinya penting dan layak dimata 
pengajarnya. 
3. Rasa hormat dan kepedulian terhadap orang lain. 
Pelajar dan atlet membutuhkan rasa hormat kepada orang lain, apakah 
teman sekelasnya, lawan bertanding, guru ataupun pelatihnya. Mereka perlu 
belajar tentang bagaimana pentingnya memperlakukan orang lain dengan 
hormat. 
4. Menghormati peraturan dan kewenangan 
Pelajar dan atlet perlu menghormati kewenangan dan peraturan, karena 
tanpa kedua hal ini suatu perhimpunan tidak akan berfungsi 
5. Rasa terhadap perspektif atau nilai relatif Etika dan Masalah-masalah dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga  10
Beberapa pertanyaan tentang gunanya berolahraga perlu dipertimbangkan 
diantaranya ; a) seberapa penting olahraga, b) apakah hubungan yang tepat 
antara olahraga dalam filosofi pendidikan kita?,c)Seberap penting suatu 
kemenangan dan d) apa yang menjadi integritas akademik kita? 
Pendidik jasmani dalam proses pendidikan sebaiknya mengembangkan 
karakter, karakter menurut David Shield dan Brenda Bredemeir adalah empat 
kebajikan dimana seseorang mempunyai karakter bagus menampilkan ; 
compassion (rasa belas kasih),  fairness (keadilan),  sportsmanship
(ketangkasan) dan integritas. 
Dengan adanya rasa belas kasih,  murid dapat diberi semangat untuk 
melihat lawan sebagai kawan dalam permainan, sama-sama bernilai, samasama patut menerima penghargaan. Keadilan melibatkan tidak keberpihakan, 
sama-sama tanggung jawab. Ketangkasan dalam olahraga melibatkan 
berusaha secara intens menuju sukses.  Integritas memungkinkan seseorang 
untuk membuat kesalahan pada yang lain, sebagai contoh meskipun 
tindakannya negatif penerimannya oleh wasit, teman satu tim ataupun fans. 

Senin, 14 Februari 2011

education environment for life health

Pendidikan lingkungan hidup haruslah:
  • Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan, bersifat teknologi dan sosial (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, estetika);
  • Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal;
  • Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner, dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang.
  • Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga siswa dapat menerimainsight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain;
  • Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial, dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya;
  • Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan;
  • Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;
  • Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;
  • Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;
  • Membantu peserta didik untuk menemukan (discover) gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;
  • Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.
  • Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience).

guru dan pendidikan berkarakter


Psikologi Karakter
Karakter, dalam American Herritage Dictionary (2000), merupakan kualitas sifat,ciri,atribut,serta kemampuan khas yang dimiliki individu yang membedakannya dari pribadi yang lain. Karakter berasal dari bahasa Yunani kharakter yang berakar dari diksi kharassein yang berarti memahat atau mengukir (to inscribe/to engrave). Karakter mendapatkan porsi kajiancukupbesardalamkhasanah psikologi yang mempelajari jiwa manusia. Dalam bahasa psikologi Gordon W Allport, karakter bukan sekadar sebuah kepribadian (personality) karena karakter sesungguhnya adalah kepribadian yang ternilai (personality evaluated).
Karakter digunakan ketika kita mengenakan norma dan melakukan penilaian atas kepribadian (Suryabrata, 1983). Dengan demikian, karakter selalu terhubung dengan konteks moral, etika, dan integritas. Menurut Compton (2005), karakter tersaji dalam kebajikan-kebajikan seseorang,kemauan untuk berperilaku sesuai dengan norma kebajikan tersebut (meskipun dalam situasi sosial yang sulit) serta kemampuan untuk berempati.Karakter personal positif inilah yang sesungguhnya dibutuhkan untuk menata kembali Indonesia meski pemerolehannya sungguh tidak sederhana. Skipton Leonard dalam Consulting Psychology Journal (1997) menegaskan bahwa karakter harus dipelajari dan dibangun sepanjang waktu melalui pengalaman, pelatihan, dan sosialisasi. Dalam konteks inilah guru memiliki posisi peran yang sangat strategis sekaligus amanat teramat mulia untuk menumbuhkembangkan karakter anak didik sehingga menjadi pribadi unggul.
Tantangan Berat
Pendidikan karakter sesungguhnya adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah bangsa. Namun dalam konteks pendidikan formal,tanpa kiprah guru yang memang dititahkan sebagai pendidik profesional,kepada siapa lagi pendidikan karakter secara formal akan dipasrahkan? Barangkali tugas menyuluh peradaban yang diamanatkan kepadagurumemangtidaksederhana, tetapi juga berat. Menilik maknanya, menurut ensiklopedia Wikipedia (2010), guru berakar dari bahasa Sanskerta yang arti harfiahnya adalah “berat”.
Meskipun berat,sebagai bagian dari tanggung jawab peradaban, tugas ini harus tertunaikan dengan sempurna.Terlebih,seiring dengan sertifikasi yang menempatkan guru dalam status pendidik profesional dengan segenap fasilitas, tunjangan, danprivileseyangmenggiurkan, ekspektasi publik terhadap kinerja guru meningkat drastis. Guru, selain dituntut mencerdaskan siswa dari sisi akademis, juga digadang-gadang (diharapkan) sebagai figur yang berperan sentral dalam pendidikan karakter di sekolah.Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,setidaknya guru bisa berperan melalui beberapa strategi pembentukan karakter. Pertama,memasukkanpendidikan karakter ke dalam kurikulum.
Tentu saja ini menyangkut kebijakan dari pemerintah untuk secara serius mengagendakan perbaikan karakter anak bangsa melalui pendidikan. Tidak sekadar mengedepankan akademik, tetapi juga aspek kepribadian. Kedua, memasukkan muatan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Dunia pendidikan biasa menyebutnya sebagai kurikulum tersembunyi (hidden curricullum). Jika memang serius digarap, rasa-rasanya tidak ada satu pun mata pelajaran yang tidak bisa dimasuki dan diintegrasikan dengan agenda pembentukan karakter. Dan ketiga, memberikan keteladanan. Strategi ketiga ini, sungguh, gampang-gampang susah. Dalam tradisi falsafah Jawa, guru menyandang makna yang tidak sederhana.
Guru adalah keratabasa, akronim,dari kata digugudan ditiru. Digugu mengandung arti dipercaya, diikuti,dan dilaksanakan petunjuk serta perintahnya. Sementara ditirubermakna dicontoh sebagai anutan muridnya. Dalam perspektif psikologis, guru adalah role model yang perlakunya akan diimitasi (ditiru) oleh muridnya. Pada ranah yang lebih tinggi, murid bahkan akan mengidentifikasikan diri dengan gurunya,menginternalisasi sistem nilai, perilaku, dan pola kebiasaan sang guru. Dengan demikian, karakter anak didik sesungguhnya akan sangat tergantung dari karakter pendidiknya. Apabila kita berkenan memperhatikan peribahasa klasik yang diajarkan oleh guru-guru kita,“guru kencing berdiri,murid kencing berlari”, tanggung jawab seorang guru sesungguhnya akan jauh lebih berat.
Guru benar-benar dituntut untuk senantiasa menjaga karakternya dan semestinya pantang tumibo ing panggawe nguthuh (jatuh dalam perilaku yang menghinakan diri).Akan sangat fatal apabila guru memiliki karakter buruk,mulai “kencing berdiri”, karena murid cenderung akan jauh lebih piawai “berlari”dalam urusan keburukan karakter. Dahulu, begitu trenyuh kita ketika mendengar cerita tentang perjuangan guru untuk menjalani kehidupan dengan kesejahteraan guru yang sangat memprihatinkan. Iwan Fals beberapa dekade silam menggambarkan sosoknya dengan sempurna dalam satire lagu Oemar Bakri yang jujur berbakti, tapi makan hati karena gaji yang dikebiri.